Bagaimana hukum memakai minyak wangi dan obat yang mengandung alkohol?

Posted: 19 Maret 2011 in Ahkam

Oleh: Al Ustadz Qomar ZA, Lc.

SOAL:

Bagaimana hukum memakai minyak wangi dan obat yang mengandung alkohol? (Abul Akhiyar, 085742xxxxxx)

JAWAB:

Pada dasarnya alkohol yang memabukkan adalah haram. Adapun tentang najisnya, hal ini diperselisihkan ulama. Ada yang mengatakan najis, ada pula yang mengatakan tidak najis. Pendapat yang lebih kuat -insya Allah- bahwa itu tidak najis. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah asy-Syaukani, Shiddiq Hasan Khan, dan di antara ulama masa ini adalah Ibnu Utsaimin.

Adapun untuk penggunaan obat yang diminum, maka perlu dirinci. Jika kandungannya sedikit, 5 % misalnya, di mana dengan percampuran alkohol yang sedikit itu dengan bahan lain yang halal menghilangkan sifat memabukkannya, yakni bila seseorang minum banyak pun tidak mabuk, maka diperbolehkan meminum obat tersebut. Tapi jika kadar alkoholnya banyak, di mana dengan percampurannya dengan bahan lain tetap tidak menghilangkan sifat memabukkannya, yakni bila seseorang minum banyak menjadi mabuk, maka tidak boleh menggunakan obat tersebut.

Adapun untuk penggunaan obat luar atau minyak wangi, jika percampurannya seperti jenis pertama dari penjelasan di atas, maka jelas bolehnya. Tapi jika campurannya seperti jenis kedua maka dihindari apalagi jika atas pendapat yang menajiskan khamr atau segala yang memabukkan. Walaupun berpendapat tidak najisnya khamr, seperti pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, tetap lebih baik dihindari kecuali dalam keadaan sangat butuh semacam untuk ta’qim (sterilisasi luka). Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 02 vol. 01 1432 H – 2011 M, hal. 31.

About these ads

Komentar ditutup.