Arsip untuk ‘FIRQOH’ Kategori

Mengenal Kelompok Ahmadiyah

Posted: 11 Februari 2011 in Firqoh Ahmadiyah

Mengenal JAI (Jemaat Ahmadiyah —Qadyan— Indonesia) dan GAI (Gerakan Ahmadiyah —Lahore— Indonesia)

JAI (Jemaat Ahmadiyah —Qadyan— Indonesia) dan GAI (Gerakan Ahmadiyah —Lahore— Indonesia); mereka sama-sama mengimani Tadzkirah (kitab suci Ahmadiyah, yang disebut kumpulan wahyu muqoddas —suci— yang diyakini sebagai wahyu dari Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad).

Padahal inti kesesatannya yang sampai mereka dihukumi kafir, karena Mirza Ghulam Ahmad mengaku nabi dan rasul yang mendapatkan wahyu kemudian dikumpulkan dalam bentuk kumpulan wahyu yang dinamai Tadzkirah itu. (lebih…)

Berikut ini adalah kajian yang disampaikan oleh Ustadz Anwar Zein dengan tema “Bahaya Khawarij”. Beliau -hafizhahullah- adalah murid dari Syaikh ‘Utsaimin -rahimahullah-.

Bahaya Khawarij.mp3


sumber:  http://alqiyamah.wordpress.com

Tahukah Kalian Tentang Negara Islam…???

benderaDalam memahami makna Darul Islam (negara Islam) terjadi perselisihan di kalangan kelompok-kelompok yang ada sekarang. Maka kita memandang perlu kiranya kita membawakan makna negara Islam yang benar dalam kesempatan ini.

“Para ahli fiqih berselisih dalam kaitan hukum terhadap negara Islam yang mungkin dibawakan secara umum menjadi dua pendapat:

Pendapat pertama: Patokan untuk menghukum sebuah negara adalah dengan realitas hukum yang berlaku di negeri itu.

Kedua: Patokan hukum terhadap sebuah negara adalah dipandang dari sisi keamanan. Keterangan dua pendapat ini sebagai berikut: (lebih…)

HAKIKAT SURURIYAH

Oleh
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah

matahariPertanyaan
Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah ditanya : Semoga Allah menjaga Anda. Sering sekali kita mendengar tentang Sururiyah, harap Anda jelaskan hakikatnya ..! jazakumullahu khairan..

Jawaban.
Sururiyah termasuk istilah yang muncul akhir-akhir ini. Sebagian ulama telah berbicara tentang mereka, dan tentunya ini dikembalikan pada orang yang telah banyak meneliti pemikiran-pemikiran mereka secara rinci. Adapun globalnya, Sururiyah adalah : Mereka yang menisbatkan dirinya pada Muhammad bin Surur Zainal Abidin, yang di dalam manhajnya ada penyelewengan dari manhaj Ahlus Sunnah dalam masalah da’wah dan muamalah terhadap pemerintah, yang diambil dari manhaj-manhaj lain seperti manhaj Ikhwanul Muslimin juga lainnya.

Dan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya sebagian mereka -terkadang berpemikiran sesuai dengan pemikirannya pada sebagian dasar-dasar manhaj mereka (lebih…)

Fitnah Sururiyyah!

Penanya: Prima

Dijawab Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim

badai3Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum, ustadz ana masih bingung tentang permasalahan yang katanya semenjak Syaikh bin baz dan Syaikh albani rohimahumullah tidak ada, surur merajalela di madinah dan menggerogoti salafiyyun di madinah sampai2 ana bingung untuk ikut kajian yang mengatakan bahwa al-sofwa surur, ustad yazid surur, ustadz hakim surur, dan lain-lain, yang benar gmn ustadz?

Jawaban Ustadz:

Permasalahan yang antum sampaikan ini “yang ana yakin antum nukil dari orang lain, oleh karena itu jawaban ini ana tujukan kepada sumber berita antum, maka harap jangan tersinggung jika ada kata-kata ana yang kurang berkenanâ, jawabannya perlu diperinci karena padanya ada keterangan yang benar dan ada yang salah. (lebih…)

Siapakah Sururi ?

Oleh
Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa Alu Nashr Hafizhahullah

badaiSururiyah (pemahaman Surur) adalah Jamaah Hizbiyyah. Muncul pada tahun-tahun terakhir ini. Tidak dikenal kecuali pada seperempat akhir abad ini. Karena semenjak dahulu hingga sekarang, ia berselimut Salafiyyah.

Pada hakekatnya, Sururiyah memiliki prinsip-prinsip Ikhwanul Muslimin, bergerak secara sirriyah (sembunyi-sembunyi/rahasia). Merupakan pergerakkan politik, takfir, mencela dan menyindir para ulama Rabbaniyyin, seperti Imam-imam kita yang tiga: Bin Baaz, Al-Albani dan Utsaimin. Menuduh mereka sebagai ulama haidh dan nifas. Setelah perang Teluk II serangannya terhadap dakwah Salafiyyah secara terang-terangan, bertambah keras baik secara aqidah dan pemberitaan. Sampai menuduh para masyayikh dan ulama kita bahwa mereka tidak mengetahui waqi’ (situasi dan kondisi/kenyataan), ilmunya dalam perkara nifas dan wanita-wanita nifas. Mereka sesuai dengan ahli bidah zaman dahulu, yang mengatakan: Fiqh (Imam) Malik, Auzai dan lainnya tidak melewati celana perempuan. Alangkah besar dosanya. Kalimat yang keluar dari mulut mereka. (lebih…)