Arsip untuk ‘FIRQOH’ Kategori

Kepada kaum muslimin -semoga Allah selalu menjaga kita-, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian dengan tema Mengenal Aliran NII (Metode dan Gerakannya). Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Qotadah hafizhahullah dari Tasikmalaya (beliau adalah mantan anggota NII). Kajian ini diselenggarakan di Masjid Baitul Ihsan, Sawahan Dalam III, Padang, Sumatera Barat (13 Mei 2011). (lebih…)

Bahaya Syiah terhadap kaum muslimin merupakan satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap muslim lebih-lebih yang telah meneliti dan membaca sejarah mereka sejak masa awal pertumbuhan dan perkembangannya sampai saat ini, rentang waktu yang cukup panjang dengan segala peristiwa berdarah yang telah menumpahkan darah ribuan bahkan jutaan kaum muslimin. (lebih…)

Belum mereda hingga sekarang pemberitaan di banyak media, yang menjadikan “NII” sebagai headline beritanya. Karena memang menurut anggapan mereka, modus yang digunakan oleh “NII” benar2 sangat meresahkan masyarakat. Korban2pun mulai berani angkat bicara sejalan dengan gencarnya pemberitaan ini.

Al Ustadz Ayip Syafruddin Nasehat Tentang Negara Islam Indonesia (NII) mp3


(lebih…)

Sekarang media massa hingar bingar dengan peristiwa dialami anak-anak muda yang “hilang”, dan kemudian diketemukan dalam keadaan seperti “linglung”, serta menurut pengakuan mereka, mereka mengalami pencucian otak. Benarkah mereka yang “hilang” itu menjadi korban dari proses cuci otak yang dilakukan oleh NII?  (lebih…)

NII atau Negara Islam Indonesia didirikan pertama kali oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949, kemudian diteruskan oleh beberapa imam hingga akhir ini dipimpin oleh Syeh Panji Gumilang. Gerakan ini mempercayai sunnatullah bahwa kejadian Futuh Mekah akan terulang serupa kembali di Indonesia.

Selengkapnya dengarkan apa yang di sampaikan oleh Ustadz Suroso Abdussalam, beliau adalah seorang mantan NII (lebih…)

TERCELANYA SIKAP EKSTRIM DI DALAM PENGKAFIRAN DAN DAMPAK NEGATIFNYA

Pertama, Takfir merupakan hukum syar’i yang tempat kembalinya adalah Alloh dan Rasul-Nya. Sebagaimana tahlil (penghalalan), tahrim (pengharaman) dan iijab (pewajiban), kembalinya adalah kepada Alloh dan Rasul-Nya, maka demikian pula dengan takfir.

Kedua : Apa yang berangkat dari keyakinan yang salah ini, berupa penghalalan darah, pelanggaran kehormatan, perampasan harta baik individu maupun masyarakat, perusakan pemukiman dan sarana transportasi serta penghancuran gedung-gedung bangunan. (lebih…)