Bisakah MEMBURU HANTU ? ?

Posted: 14 Mei 2011 in Dunia Jin dan Alam Ghaib

Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan berkata dalam Syarhul Aqidah Al Wasathiyyah,

”Sesungguhnya jika seseorang meninggal, ia berada dalam azab atau ni’mat (tergantung amal dan imannya) dan hal itu diterima ruh dan badannya sebagaimana telah mutawatir dari hadist-hadist Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasllam. Maka wajib bagi kita mengimaninya dan tidak membicarakan tentang cara dan sifatnya karena hal itu tidak akan dapat dicapai oleh akal karena merupakan perkara akhirat. Dan perkara akhirat tidak ada yang mengetehuinya selain Allah dan orang-orang yang Allah beritahu,yaitu para Rosul”. 

Ada sebagian orang sesat yang mengatakan bahwa “Jika Allah menghendaki, mungkin saja orang mati itu menjadi hantu atau makhluk sejenisnya.” Benar, apapun yang Allah kehendaki pasti terjadi tetapi adakah keterangan dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menyatakan bahwa Allah telah menghendaki manusia yang telah mati untuk menjadi hantu atau sejenisnya ? Tidak ada, orang itu telah menuduh Allah !

Adakah keterangan yang menyatakan bahwa orang kafir dan pelaku dosa dapat ‘cuti ‘ dan  azab kubur untuk mengganggu manusia lain ?

Adakah keterangan yang menyatakan bahwa orang yang telah mati meiliki kemampuan untuk menolong atau mengganggu orang lain ?

Bukankah orang yang telah mati tidak sanggup memandikan dirinya sendiri ?

Bukankah mayat tidak dapat menggali atau menutup liang kuburnya sendiri ?

Bukankah orang mati tidak sanggup menepis lalat dan debu yang hinggap dibadannya ?

Alangkah tertutupnya akal orang yang mengatakan bahwa mayat dapat mengganggu atau membantu orang lain. Istilah hantu tidak dikenal dalam Islam dan hantu sebagaimana ada dalam pandangan dan keyakinan sebagian masyarakat , jangankan untuk diburu, ditangkap atau dibunuh? kebenarannyapun hanyalah khayalan belaka, bertentangan dengan aqidah ahlus sunnah waljama’ah. 

Bukankah pemburu sesuatu yang hanya khayalan adalah orang-orang gila dan sesat ? Amat hinalah mereka dan orang yang mempercayainya. Diantara bukti lain bahwa yang disebut hantu itu hanyalah khayalan-khayalan, wujud merekapun tergantung para penghpkhayalnya. Contohnya di Eropa, hantu drakula muncul dengan pakaian jas, karena masyarakat Eropa terbiasa dengan jas, di Cina, vampire muncul dengan pakaian adat jaman dahulu, orang Indian meyakini hantu itu muncul dengan pakaian Indian seperti topi bulu dan aksesorisnya dan sebagainya.  

Kesimpulan Akhir > Gimana bisa di buru , wong barangnya gak ada, Jelas hal itu kebohongan yang nyata!. Bohong sifat orang munafik, dosa besar. HR.Muslim, baca selanjutnya Al-Khabair Imam Adz-Dzahabi.

————————————-

Cikarang Barat , 10 Jumadil Tsani 1432 H / 13 Mei 2011 Jam  00.54WIB

dari catatan al akh: ABU HADA SUKPANDIAR IBNU MUHAMMAD IDRIS

http://www.facebook.com/notes/sukpandiar-idris/bisa-kah-memburu-hantu/216979654997584?ref=notif&notif_t=like

ARTIKEL TERKAIT :

Roh Gentayangan ? ? [PENTING]

Seputar Ilmu Memanggil Arwah [http://almanhaj.or.id/]


Komentar
  1. Irfan Kamil berkata:

    Mungkin yg dimaksud hantu itu adalah dari golongan jin, bukan ruh manusia, SEMUA ORANG tau kalau ruh kita bakal kembali ke Allah . . .
    yg tinggal di dunia ini kan bukan manusia saja . . .
    jadi pemahaman “hantu” yg mereka sebut2 itu JIN, sifat Jin juga kan bisa berbentuk apa saja . . .

    • abuyahya8211 berkata:

      bismillah..

      betul sekali wahai saudaraq, memang yang di maksud ‘hantu’ itu adalah jin. tapi pertanyaanya, apakah jin juga bisa diburu??
      padahal jin termasuk ghaib bagi manusia, kalaupun terkadang ada yang nampak kepada kita sebagai ‘hantu’, adalah bukan wujud asli mereka/ jin.

      Dan yang paling penting, adakah tuntunannya dari salaf kita yang sholeh ttg amalan2 ini ( berburu hantu ) ??
      Sungguh kita telah ketahui yang menyibukkan dalam perkara tersebut adalah justru mereka yang baik langsung maupun tidak langsung sering berinteraksi dengan jin. (baik disadari ataupun tidak disadari).

      lebih jelasnya silahkan dibaca : https://abuyahya8211.wordpress.com/2011/05/20/malaikat-manusia-dan-jin-tidak-dapat-mengetahui-yang-ghaib/