TOGHUT, ANTARA SALAFY DAN TAKFIRI

Posted: 12 Desember 2011 in Fitnah Takfir, Terorisme

والطاغوت كل ما زاد عن حده حتى قد يكون المسلم في نفسه طاغوتا والعياذ بالله- إذا تجاوز حق الله فيما يخالف فيه شرع الله سواء أكان ذلك في الغلو أم في التقصير. فإذا كان غاليا فإن وصف الطاغوت قد ينطبق عليه أكثر وأكثر.

Syaikh Ali Hasan al Halabi mengatakan, “Thaghut adalah segala sesuatu yang kelewat batas sampai sampai seorang muslim itu boleh jadi adalah thaghut manakala dia melanggar hak Allah dengan menyelisihi syariat Allah baik bentuk pelanggarannya adalah sikap berlebih-lebihan atau pun sikap meremehkan. Meskipun label thaghut jauh lebih tepat dan pas untuk sikap berlebih-lebihan

وعليه فإن ما قد يتوهمه بعض الناس من أن وصف الطاغوت أنه يلزم منه الوصف بالكفر فهذا غلط قبيح والصواب أن نقول: كل ذي كفر فهو طاغوت وليس كل طاغوت كفرا. هذا هو الحق في هذه القضية.

Berdasarkan penjelasan di atas, sungguh anggapan sebagian orang [baca: takfiri] bahwa label thaghut itu pasti bermakna kekafiran adalah kesalahan yang sangat jelek. Yang benar kita simpulkan bahwa semua yang kafir itu pasti thaghut namun tidak semua label thaghut itu bermakna kekafiran. Inilah kesimpulan yang benar dalam permasalahan ini.

إذا قد يكون أي منا إذا جاوز الحد وإذا تجاوز الحق وإذا تلبس بالغلو الذي قال فيه النبي الكريم- عليه الصلاة والسلام-: إياكم والغلو في الدين فإنما أهلك من كان قبلكم غلوهم في دينهم.

Jika demikian maka siapa saja diantara kita yang kelewat batas, melanggar kebenaran atau terjerumus dalam sikap berlebih-lebihan yang nabi cela dalam sabdanya, “Hati-hatilah dengan sikap ghuluw atau berlebih-lebihan dalam masalah agama karena yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah sikap ghuluw mereka dalam beragama” [HR Ibnu Majah] [itu ada dirinya label thaghut, pent]

فهذا لا شك ولا ريب من الغلو وهو معنى من معاني الطاغوت التى جاء الإسلام لينزه المسلمين عنها ويبعدهم منها وينهي بهم دونها

Tindakan dan sikap kelewat batas tidaklah diragukan adalah bagian dari ghuluw dan ghuluw adalah salah satu makn thaghut yang Islam berupaya membersihkan kaum muslimin darinya, menjauhkan darinya dan mencegah darinya” [Ceramah Syaikh Ali al Halabi yang berjudul an Nashihah Ushul wa Dhawabith pada menit 15:16sampai 16:35 yang bisa didengarkan pada tautan berikut ini:

http://www.youtube.com/user/MuslimNADOR#p/u/2/hmOMvaSu1o0%5D

http://ustadzaris.com/

Komentar ditutup.