Download Kajian Fenomena Al-Wala’ wal Bara’ Masa Kini – Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawiy

Posted: 3 Januari 2012 in Al Wala' wal Baro', DOWNLOAD, Download AUDIO

Download rekaman Kajian Ahad 2 Januari 2012/ 8 Rabiul awwal 1433H pukul 09.00 – selesai, bersama Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawiy yang memberikan tentang Fenomena Al-Wala’ wal Bara’ Masa Kini (Pembahasan Kitab Al-Arba’in Fi Mazhabis Salaf) di Masjid Al-Anshor (Kompleks Ma’had Al-Anshor, Wonosalam)

Fenomena Al-Wala’ wal Bara’ Masa Kini 01


Fenomena Al-Wala’ wal Bara’ Masa Kini 02


———–

http://www.ilmoe.com

About these ads
Komentar
  1. suradi mengatakan:

    asslamualaikum wr.wb,
    numpang tanya pa’ ustadz m’ff dLuar list ,
    saya pernah menjual cacing buat makan ikan , dan saya pernah menjual ikan cupang , apakah hukum nya pa ustdz , s0al nya hati ini kadang2 berbeda arah dengan jalur tsb se0lah2 menyuruh ku mencari jalan yang lain , dan k.2 0rtu ku terlihat berbeda di wajah mereka yg aku lihat dan rasa , ‘apa agma islam ada bnyk pa ustdz M0h0n penjelasan nya trmsuk ßagian nya jga, trma ksh ‘ mh0n m.f bla ad kt2 yg slh n krng brknn’

    • abuyahya8211 mengatakan:

      Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh

      inti pertanyaannya adalah bagaimana hukum menjual cacing dan ikan cupang ??

      Jawab;

      Ikan cupang maka insyAlloh tidak diperselisihkan kehalalannya, maka memperjualbelikannyapun tidaklah mengapa.

      Adapun menjual cacing, karena sebab dzat cacingnya diperselisihkan para ulama, maka memperjualbelikannyapun juga demikian.

      Sedikit dari keterangan para Ulama adalah:

      Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan,

      ولا يحل أكل الحلزون البري , ولا شيء من الحشرات كلها : كالوزغ ، والخنافس , والنمل , والنحل , والذباب , والدبر , والدود كله – طيارة وغير طيارة – والقمل , والبراغيث , والبق , والبعوض وكل ما كان من أنواعها ؛ لقول الله تعالى : (حرمت عليكم الميتة) ؛ وقوله تعالى (إلا ما ذكيتم) ، وقد صح البرهان على أن الذكاة في المقدور عليه لا تكون إلا في الحلق ، أو الصدر , فما لم يقدر فيه على ذكاة : فلا سبيل إلى أكله : فهو حرام ؛

      “Tidak halal memakan bekicot darat dan setiap hasyarot lainnya (seperti cecak, kumbang, semut, lebah, lalat, seluruh cacing, kutu, dan nyamuk) karena Allah Ta’ala berfriman (yang artinya), “Kecuali yang kalian bisa menyembelihnya”. Dalil menunjukkan bahwa penyembelihan hanya boleh dilakukan pada tenggorokan atau di dada. Sedangkan yang tidak mampu disembelih, maka jelas tidak boleh dimakan dan makanan seperti ini dihukumi haram.” (Al Muhalla, 7: 405)

      Sedangkan ulama Malikiyah tidak menyaratkan hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir untuk melalui proses penyembelihan. Mereka menjadikan hukum hasyarot sebagaimana belalang, cukup penyembelihannya dengan cara direbus, dipanggang, atau ditusuk dengan garpu atau jarum hingga mati namun disertai menyebut ‘bismillah’. (Al Mudawanah, 1: 542)

      Imam Malik pernah ditanya tentang suatu hewan di daerah Maghrib yang disebut halzun (bekicot) yang biasa berada di gurun dan bergantungan di pohon, apakah boleh dimakan? Imam Malik menjawab, “Aku berpendapat bekicot itu semisal belalang. Jika bekicot ditangkap lalu dalam keadaan hidup direbus atau dipanggang, maka tidak mengapa dimakan. Namun jika ditemukan dalam keadaan bangkai, tidak boleh dimakan.” (Muntaqo Syarh Al Muwatho’, 3: 110)

      Wallohua’lam