Archive for the ‘Firqoh Asy’ariyah’ Category

Oleh : DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Eksistensi hakikat menurut orang-orang sufi adalah takwil-takwil yang mereka reka-reka dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam.

Kemudian mereka simpulkan bahwa takwil-takwil tersebut hanya bisa diketahui oleh orang-orang khusus, atau mereka sebut ulama khos (khusus) diatas tingkatan ini ada lagi tingkat yang lebih tinggi yaitu ulama khasul khos (amat lebih khusus) (lebih…)

Mari kita berpikir jernih. Mungkin luput dari pengamatan kita, betapa banyak orang yang menggolongkan kepada seseorang atau kelompok namun ternyata tidak selaras dengan pemikiran atau faham orang atau kelompok yang di ikuti, masih segar dalam ingatan kita, Imam Syafi’i berpendapat bahwa mengirim pahala kepada orang yang telah meninggal tidak akan sampai sama sekali. Namun anehnya (tapi nyata) orang yang mengaku pengikuti Imam Syafi’i justru menjadi pelopor terdepan dalam mengamalkan amalan ini bahkan memasyarakatkanya.

[Download]

Demikian pula dengan pengikuti Abu Hasan Al–Asy’ari. Mereka mengaku mengikuti beliau dalam masalah akidah, terutama penetapan Nama-nama dan Sifat Allah yang berjumlah tujuh. Mereka disebut Asya’iroh alias Asy’ariyah. Padahal beliau telah ruju’ (kembali) ke manhaj salaf, ahlussunah waljama’ah dengan menetapkan semua sifat bagi Allah, tidak hanya tujuh. Namun pengikutnya tidak menyadari. Lebih aneh lagi ucapan yang terlontar dari Pensyarah kitab Ihya Ulumuddin, Imam Az Zabidi dalam kitabnya Ittihaf Sadatul Mutaqiin. Apabila disebut kaum Ahlussunah wal jama’ah, maka maksudnya ialah orang–orang yang mengikuti rumusan (faham) Asy’ari dan faham Abu Manshur Al-Maturidi. (Lihat I’tiqad Ahlussunah Wal Jama’ah, KH. Sirojuddin Abbas, hal. 16–17) (lebih…)